NEWS

Friday, November 1, 2019

SUDAH WAKTUNYA ORMAS ISLAM BERSATU TENTUKAN SIKAP POLITIK ISLAM !



KH. MH. Bahaudin, Ketua PW RMI NU DKI Jakarta


JAKARTA - Pasca Presiden Jokowi mengumumkan susunan kabinet Indonesia, banyak muncul kekecewaan dari berbagai pihak. Kekecewaan itu disebabkan tidak adanya komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang banyak berjuang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.


Beberapa ormas Islam melalui pengurus terasnya menyatakan kekecewaan atas figur yang terpilih masuk kabinet. Mereka merasa tidak diajak bicara ketika membentuk kabinet sehingga penempatan beberapa personil dianggap bukan pada tempatnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kepentingan umat akan terabaikan. Akibatnya, banyak kyai dan tokoh agama yang mempertanyakan hak prerogatif Jokowi itu. Beberapa ormas Islam bahkan mulai menjalin komunikasi untuk menyikapi permasalahan ini.


Hal ini seperti yang disampaikan oleh KH. MH. Bahaudin, Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta kepada awak media di Kantor PWNU DKI Jakarta pada hari Rabu (30/10/2019).


“Sudah waktunya Tokoh NU, Tokoh Muhammadiyah dan Tokoh ormas Islam bertemu membicarakan Politik Islam kedepan”, Ucap Pria yang akrab dipanggil Gus Baha ini.


“Kepentingan Umat Islam saat ini kurang mendapatkan tempat di kancah politik nasional karena para ormas Islam saling berselisih dan terpecah belah dibawah isu radikalisme”, Ungkap Gus Baha


“Ada baiknya kyai Said dan Kyai Haedar Nasir bertemu untuk merumuskan permasalahan sehingga kegelisahan umat ini segera bisa dipecahkan”, ujar Gus Baha.


Setelah Pertemuan tersebut, pimpinan NU dan Muhammadiyah perlu mengadakan pertemuan dalam rangka menyamakan presepsi tentang kemana arah politik Islam di Indonesia ini, Lanjut Gus Baha.


“Sudah lama Umat Islam ini dipecah dengan isu politik identitas. Kini saatnya kita perkuat ‘Ukhwah Islamiyah’, Ungkat Gus Baha.


“NU-Muhammadiyah adalah pemegang saham mayoritas di negeri ini. Siapapun harus mendengarkan suaranya. Jangan ada yang mengabaikan suara NU-Muhammadiyah, Bisa Kuwalat nanti”, Pungkas Gus Baha. [MS)

Wednesday, October 23, 2019

NU KECEWA KADERNYA TIDAK TERAKOMODIR DALAM KABINET INDONESIA MAJU ?


Gus Baha, Ketua PW RMI NU DKI Jakarta bersama Gus Arwani, Gus Yasin Taj dan Gus Rozin di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)

JAKARTA - Kabinet Indonesia Maju telah diumumkan dan dilantik oleh Presiden Jokowi pada hari Rabu (23/10/2019) di Istana Negara Jakarta. Beragam tanggapan dari masyarakat atas komposisi kabinet baru itu. Salah satunya dari pengurus RMI NU (Asosiasi Pondok Pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama) Provinsi DKI Jakarta. 


RMI NU DKI Jakarta menyatakan tanggapannya atas tidak diakomodirnya kader NU di jajaran kabinet Indonesia maju.


Hal ini seperti yang disampaikan oleh KH. MH. Bahaudin, ketua PW RMI NU DKI Jakarta kepada awak media di kantor PWNU DKI Jakarta Utan Kayu.


“Nahdlatul Ulama pada prinsipnya menyambut baik dan sekaligus mengucapkan selamat atas terpilihnya para menteri kabinet Indonesia Maju”, Ucap Pria yang akrab dipanggil Gus Baha ini.


Setelah kabinet dilantik, apakah NU marah?


“Enggaklah, Orang NU itu gak gampang marah. Kecewa sedikit itu biasa. Namanya punya harapan, kadang senang kadang kecewa”, ungkap Gus Baha.


“Mungkin ada orang yang salah memahami perjuangan NU. NU berjuang melawan kelompok radikal-ekstrimis itu bukan dalam rangka untuk mendapatkan jabatan politik. Perjuangan NU didasari oleh kesadaran penuh bahwa Islam tidak boleh dibajak oleh kepentingan kaum radikal-ekstrimis. Dalam konteks ini, ideologi NU sangat kokoh dan lengkap”, Tandas Gus Baha.


“Siapa pun presiden dan menteri-menterinya, NU tetap berada dalam posisi perjuangan menegakkan wajah Islam yang ramah, rahmatan lil alamin, yang sejalan dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini. Politik praktis itu hanya sampingan”, ungkap Gus Baha sambil tersenyum santai.


“Susunan kabinet yang tidak mengakomodir satupun rekomendasi dari NU tentunya menjadikan tanda tanya karena semua orang mengakui bahwa dalam Pilpres kemarin NU betul-betul berkeringat, utuh suaranya dan solid mendukung pasangan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin”, ucap Gus Baha.


“Setelah menang kemudian NU tidak diakomodir di kabinet, ya tidak apa-apa. NU kan terbiasa mendorong mobil mogok”, ujar Gus Baha sambil tertawa lepas.


“Kita kembalikan saja pada niat awal, bahwa apapun kita dukung demi kemajuan bangsa dan negara tercinta”, Pungkas Gus Baha. [MS]

Tuesday, January 8, 2019

PWNU DKI JAKARTA ‘LAUNCHING’ PROGRAM UNGGULAN BEDAH RIBUAN RUMAH


Dr. H. Saefullah, M.Pd., Ketua PWNU DKI Jakarta di Cilincing Jakarta Utara (6/1/2019)

JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama berkelanjutan menjalankan program-program prioritasnya. Di era kepemimpinan Dr. H. Saefullah, M.Pd. Ini, PWNU melaksanakan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga Nahdliyyin di ibukota.


Setelah membangun gedung Sekretariat lantai empat yang megah, PWNU melanjutkan dengan program yang menyentuh kebutuhan umat, yaitu Program ‘Bedah Ribuan Rumah’ PWNU DKI Jakarta. Program tersebut merupakan salah satu program yang diputuskan dalam  Konferensi Wilayah XIX NU DKI Jakarta tahun 2016.


Hal ini disampaikan H. Saefullah, M.Pd., Ketua PWNU DKI Jakarta kepada awak media pada peletakan batu pertama berkah rumah di Kalibaru Cilincing Jakarta Utara pada hari Minggu (6/1/2019).


“Bedah rumah ini merupakan hasil kerja bareng  dari segenap Pengurus Nahdlatul Ulama dan lembaganya serta didukung oleh warga DKI Jakarta”, Ungkap Saefullah.


Program Bedah Rumah ini juga merupakan amanat Rais Akbar Nahdlatul Ulama, hadratussyeikh KH.Hasyim Asy'ari agar jam'iyah NU tetap dalam sifat memperbaiki, menyantuni terhadap kebutuhan ummat. Amanat tersebut termaktub dalam Qonun Asasi Nahdlatul ulama


“Untuk tahap pertama akan dilaksanakan lima titik bedah rumah di lima wilayah kota dengan biaya pembangunan per titik senilai 30 juta Rupiah”, Ujar Ketua PWNU ini.


Awal triwulan 2019 ini direncanakan akan dituntaskan 30 titik bedah rumah warga dhuafa.


‘Launching’ program Bedah Ribuan Rumah PWNU ini ditandai dengan peletakan batu pertama di kediaman Ustadz Yusuf seorang Guru ngaji, Jl. Kalibaru Barat IV RT. 007 RW. 007 Kel. Kalibaru Cilincing Jakarta Utara oleh Bapak Dr. H. Saefullah, M. Pd, ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Jakarta Utara, Camat Cilincing, Lurah Kalibaru, Ketua LPBI PWNU, Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta, Jajaran pengurus PWNU dan PCNU.


“Diharapkan kegiatan yang mulia ini mendapatkan respon positif dari segenap masyarakat ibukota”, pungkas Saefullah. (MS)

Thursday, January 25, 2018

LPBI KIRIM ‘PASUKAN’ KE PAPUA

LPBI mengirimkan Bantuan Kemanusian ke Suku Asmat Papua pada Hari Rabu (24/1/2018)

Wednesday, January 24, 2018

LPBI Kirim Bantuan Kemanusiaan Ke Papua


LPBI Mengirimkan Bantuan Kemanusian kepada Suku Asmat Papua pada hari Rabu (24/1/2018)

Tuesday, January 16, 2018

TINDAKLANJUTI KERJA SAMA DENGAN AL IRSYAD, LP MAARIF DKI GELAR TOT DI SINGAPURA



SINGAPURA - Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Propinsi DKI Jakarta menyelenggarakan TOT Kepemimpinan di Singapura pada Tanggal 14-20 Januari 2018.


TOT Kepemimpinan tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama PW LP Maarif NU DKI Jakarta dengan Madrasah Irsyad Zuhri Al Islamiyah (MIZA) didukung oleh Temasek Fondation yang berlangsung sejak Tahun 2016 yang lalu.


Peserta TOT Yang bertajuk School Leaders Immersion (SLIM) Programme ini berjumlah 34 orang yang terdiri dari ‘stake Holder’ Pendidikan NU seperti : Pengurus PWNU, Pengurus PW LP Maarif, PW RMI NU, PERGUNU, Para Kepala Sekolah di bawah naungan LP Maarif, Mata Air Fondation dan ada tambahan 5 orang dari Kamboja.


Peserta dilepas keberangkatannya oleh KH. Syamsul Ma’arif, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta didampingi Mr. Hafiz perwakilan Senior dari MIZA Singapura pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 di Universitas Negeri Jakarta.


Kepada awak media, Dr. Jakfar Amirudin, Ketua PW LP Maarif DKI Jakarta menyatakan bahwa TOT Kepemimpinan ini adalah bagian dari Program penguatan SDM Pimpinan Lembaga-Lembaga NU yang Konsern terhadap Pendidikan.


“TOT Kepemimpinan kali ini sekaligus bertujuan meningkatkan Kapasitas kelembagaan, Kepemimpinan dan Managerial serta pembelajaran”, Ungkap Jakfar


Mengapa Singapura?


“Singapura memiliki Madrasah berkualitas internasional tetapi tetap memegang nilai-nilai aswaja. Di Madrasah Irsyad Zuhri Al Islamiyah bisa kita temui Amaliyah yasinan, tahlilan. Bahkan Shalawat badar pun mengalun ketika upacara Setiap hari Senin”, Ucap Jakfar.


“Pendiri MIZA Singapura Almukarram KH. Zuhri berasal dari Lamongan, Indonesia pada tahun 1947 yang lalu”, Kata Ketua LP Maarif DKI ini.


“Dengan pelatihan TOT di Singapura ini diharapkan Para pemangku Pendidikan NU Semakin menguasai wawasan global, memperluas jaringan Internasional dan minim kekhawatiran tercabut kearifan dan tradisi ke-NU-annya”, Pungkas Jakfar Amirudin. (MS)

Saturday, January 13, 2018

Habib Luthfi Bin Yahya: Waspadai NU Rasa Wahabi, Mereka Ingin Memecah Belah NU





Ini Pesan Habib Luthfi Bin Yahya Bagi Kita Semua; terlebih kepada yang ingin Menghancurkan NU


“Nahdlatul Ulama Itu berkewajiban mewadahi akidah umat Ahlussunah Wal Jamaah (nidzom)… Wes akeh uwong kuwalat karo NU… Keno ditonton bae uwong seng ora seneng karo NU, bukan soal ketidak-cocokannya terhadap si A, kalo itu sah-sah saja soal dinamika berfikir. Tapi akidah yang ada didalamnya itu yang membuat dirinya seperti itu. Aku ora nyepatani (menyumpahi) lho..” kurang lebih begitu ngendikan Habib Luthfi.


Akhir akhir ini banyak media online yang dengan sengaja memojokkan NU, terutama Banser. Berita berita miring yang cenderung bernada provokasi mereka ciptakan agar NU tidak dipercaya masyarakat. Tidak sedikit kalangan netizen yang termakan isu-isu tersebut. Bahkan kabarnya pengurus NU di Aceh mundur hanya sebab mendengar berita yang belum tentu kebenarannya.


Jangan terkecoh dengan istilah “Kader NU mundur massal”, “Akibat kecewa dengan Ketum Ansor, kader Ansor Hengkang ke HTI/FPI/Wahabi”, “Mantan Kiai NU Membongkar Amaliah NU”, “Mantan Pengurus NU Gabung dengan HTI”, dan sebagainya.


Dikesankan NU itu aliran yang salah, sesat dan penuh penyelewengan, dengan target supaya orang NU berduyun-duyun meninggalkan NU. Tapi si oknum itu lupa atau bahkan tidak tahu bahwa NU itu selalu dido’akan ulama dan waliyullah yang ikhlas. NU itu selalu dalam lindungan Allah SWT. NU selalu dijaga marwah dan martabatnya.


Percayalah jika ada yang mau menghancurkan NU maka ia akan hancur sendiri. Penghancur NU ini bisa dari luar atau justru dari dalam NU sendiri. Jangan kuatir, seandainya ada pengurus NU yang memanfaatkan NU untuk tujuan yang tidak diridlai para muassis (pendiri) maka di akan terpental. Sudah tenang saja itu akan terbukti, si oknum itu tak perlu menfitnah pengurus NU, tak perlu memojokkan pengurus PBNU. Kalau toh misal mereka itu (pengurus PBNU) punya tujuan tidak baik dengan NU, pasti tidak akan lama akan terpental.


Tapi nyatanya kan tidak, justru pengurus PBNU saat ini semakin membuat NU diperhitungkan dunia. NU berjalan sesuai rel yang benar. Hanya orang sirik dan sakit hati saja yang menfitnah PBNU macam-macam. PBNU dibeli cukong Cinalah, PBNU menjual NU lah. Itu cuma kerjaan orang yang kurang piknik, kurang ngOpi, dan terlalu lama terkurung dalam kamar saja.


Jangan kaget jika ada yang mengaku pengurus NU mundur, justru itu lebih bagus karena untuk menyingkirkan (dengan sendirinya) pengurus-pengurus NU yang abal-abal. mengapa saya katakan abal-abal? Kalau tidak percaya bisa dibuktikan, saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa tidak sedikit pengurus NU setingkat cabang di luar Jawa diisi oleh kader HTI, kader PKS dan kader FPI. Modus aliran di luar NU ini masuk dalam jajaran pengurus NU karena mereka berpandangan bahwa NU saat ini itu terjangkit virus Liberal dan terjangkit bakteri Syiah.


Mereka (kader HTI, kader PKS dan kader FPI) sengaja masuk menjadi pengurus cabang NU katanya untuk mengembalikan Islamnya NU yang selama ini tidak kaffah.


Padahal justru dengan masuknya pengurus di luar NU tersebut menjadikan NU ke pendulum radikal, fundamentalis dan garis keras.


Pengurus-pengurus NU abal-abal seperti inilah (kader HTI, kader PKS dan kader FPI) yang sangat getol menentang kebijakan PBNU pimpinan KH Said Aqil Siradj. Mereka menstigma bahwa Kiai Said itu Liberal dan Syiah dengan target nahdliyyin menjauhinya, nahdliyin memecatnya sehingga tujuan akhir mereka tercapai yaitu mengobrak-abrik NU. Dan pada gilirannya NU sirna maksimal 2030.


Jadi kalau mendengar ada pengurus NU mengundurkan diri dari NU, pengurus Ansor mengundurkan diri atau Kiai NU keluar dari NU, itu ya tingkah polah pengurus NU yang ABAL-ABAL tadi. Maka menurut saya justru itu lebih bagus supaya NU abal-abal segera keluar dari NU dan NU diisi oleh nahdliyin yang benar-benar ikhlas mengabdi lewat NU dalam menggapai ridlo Allah SWT.


Waspadai statemen-statemen kelompok radikal (Wahabi, HTI, PKS dan FPI) untuk memecah belah NU…….!!!


(fbHWMI.CyberTeam/suaraislam)

Saturday, September 23, 2017

BRAVO ! KONTINGEN LP MA’ARIF DKI JUARAI PERWIMANAS II MAGELANG


Kontingen Pramuka LP Maarif DKI Jakarta Menjelang Kembali ke Jakarta 

MAGELANG - Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif NU Nasional (Perwimanas II) yang diikuti ribuan peserta pada 18-23 September 2017. Perwimanas II dilaksanakan di Lapangan Tembak Akmil Salaman dan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Perwimanas II dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo dan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqiel Siradj pada hari Senin (18/9/2017)

Dalam ajang cukup bergengsi ini, LP Maarif PW NU DKI Jakarta mengirimkan kontingen pramuka sebagai peserta PERWIMANAS II Magelang ini.

Selama pelaksanaan Perwimanas II ini berlangsung, Kontingen DKI mampu menyabet beberapa prestasi. 

Hal ini disampaikan oleh Imam Bukhori, Wakil Ketua LP Maarif DKI kepada awak media menjelang  kepulangan kontingen DKI ke Jakarta. 

“Alhamdulillah, Kontingen LP Maarif DKI Jakarta dapat berperan aktif dalam perkemahan PERWIMANAS II Magelang ini. Hal ini sebagai upaya LP Maarif NU melakukan pembinaan terhadap generasi muda Bangsa Indonesia”, Ungkap Bukhori.

“Kontingen LP Maarif DKI ini merupakan gabungan Pramuka beberapa Sekolah dan Madrasah DKI Jakarta yang selama ini berafiliasi ke Nahdlatul Ulama”, ucap Bukhori. 

“Kami bersyukur, dalam perkemahan PERWIMANAS II Magelang Ini kontingen DKI mampu berprestasi dan memperoleh Piala. Antara lain merebut Juara 1 Teknologi Tepat Guna dan Juara 2 Pentas Seni Budaya Nusantara”, Ujar Bukhori.

Ketua LP Maarif DKI Jakarta, Jakfar Amirudin menyampaikan ucapan Terimakasih kepada Semua pihak yang mendukung Kontingen Pramuka DKI dalam even Perkemahan PERWIMANAS II Magelang ini. Acara perkemahan tersebut berlangsung sukses.

“Semoga pencapaian kontingen LP Maarif kali ini menjadi pelecut semangat para Pegiat LP Maarif DKI agar lebih berprestasi di masa yang akan datang”, Pungkas Jakfar.

NU Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya di Bangladesh

M. Wahib, Koordinator Tim Kemanusiaan NU, Tim NU dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia


DHAKA, Bentrokan bersenjata antara kelompok militan ARSA dan militer Myanmar pada akhir Agustus 2017 lalu di kawasan utara Rakhine State, Myanmar, memaksa ratusan ribu masyarakat dari etnis Rohingya meninggalkan kampung halaman mereka menuju Bangladesh.


Hingga saat ini tercatat, 420.000 jiwa pengungsi dari komunitas Rohingya yang menempati pinggiran perbatasan Bangladesh. Banyak sekali pengungsi yang belum mendapatkan tempat pengungsian, kekurangan makanan, pakaian, air dan kebutuhan dasar lainnya.


Oleh karena itu, pada hari Sabtu, 23 September 2017, Nahdlatul Ulama (NU) memberangkatkan Tim Kemanusiaan tahap-1 untuk menjalankan misi kemanusiaan di Bangladesh. 


Selama di Bangladesh, tim ini bertugas untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan yang pada tahap awal fokus penyediaan makanan para pengungsi Rohingya di Bangladesh. 


Menurut M. Wahib, Koordinator Tim Kemanusiaan NU, Tim NU dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia bersama mitra lokal di Bangladesh, akan bertugas selama 12 hari ini.


Selain akan mendistribusikan bantuan, mereka juga akan melakukan kajian mendalam untuk acuan dalam penyusunan program bantuan kemanusiaan jangka panjang kepada para pengungsi masyarakat Rohingya di Bangladesh.


“Setelah tim tahap-1 berakhir masa tugasnya, diperkirakan pada awal Oktober nanti NU kembali akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan juga tim untuk melanjutkan misi kemanusiaan membantu komunitas Rohingya di Bangladesh”, Ucap Wahib yang juga Ketua LPBI PWNU DKI Jakarta ini.


“Pada tahap kedua dan selanjutnya, Tim Kemanusiaan NU akan kembali mendistribusikan makanan, ditambah shelter (hunian) dan hygiene kits”, Ungkap Wahib.


“Selain itu, NU juga akan menurunkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi dan memberikan bantuan nutrisi bagi balita di lokasi pengungsian di Bangladesh”, Ujar Wahib.


Seluruh kegiatan kemanusiaan NU untuk masyarakat Rohingya di Bangladesh dilaksanakan bersama dengan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) sebagai wadah bagi lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia yang memiliki concern yang sama untuk membantu masyarakat Rohingya. 


AKIM yang sebelum kejadian akhir Agustus yang lalu telah berkomitmen untuk melaksanakan program bantuan kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar, saat ini juga sedang dan akan melaksanakan program bantuan kemanusiaan di Bangladesh bersama seluruh anggotanya termasuk NU dengan label Indonesian Humanitarian Indonesia (IHA). IHA saat ini sedang merumuskan program bantuan kemanusiaan jangka panjang yang akan dilaksanakan di Bangladesh untuk membantu etnis Rohingya di sana.


Seluruh dana bantuan kemanusiaan NU untuk Rohingya baik yang akan didistribusikan di Myanmar maupun Bangladesh diperoleh dari donasi warga NU dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia yang dihimpun melalui NU Care-LAZISNU dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) yang hingga saat ini masih menerima bantuan melalui rekening donasi.


Dalam kaitan tersebut, M. Ali Yusuf, Ketua LPBI NU yang juga Ketua Pelaksana Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Mynamar (AKIM) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan. 


“Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Rohingya baik yang ada di Myanmar maupun di Bangladesh”, Pungkas Ali.

Friday, September 22, 2017

PBNU Gelar Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar di Mataram



JAKARTA - Jumat (22/9/2017) malam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar 2017 yang akan berlangsung 23-25 November 2017 di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Wakil Ketua Panitia Munas dan Konbes PBNU 2017, Robikin Emhas menjelaskan bahwa Munas dan Konbes merupakan dua forum berbeda namun kerap dijadikan dalam satu waktu pelaksanaan.

Ia menjelaskan keduanya adalah forum permusyawaratan terbesar kedua setelah Muktamar karena melibatkan seluruh alim ulama dari 34 provinsi di Indonesia dan mengambil tema "Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga".

"Munas akan membagi pembahasan menjadi tiga yakni Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi'iyyah (pembahasan masalah agama yang aktual), Bahtsul Masail ad-Dinniyah al-Maudlu'iyyah (pembahasan masalah agama tematik), dan Bahtsul Masail ad-Dinniyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah agama yang berkaitan perundanga-undangan)," jelasnya.

Robikin menjelaskan lebih rinci pembahasannya yakni pada poin pertama Munas dan Konbes akan membahas antara lain terkait investasi dana haji untuk pembangunan infrastruktur dan terkait penggunaan frekuensi alat komunikasi publik untuk kepentingan pribadi.

Lalu pada poin Bahtsul Masail ad-Dinniyah al-Maudlu'iyyah akan dibahas terkait ujaran kebencian dalam dakwah dan terkait hubungan Islam dengan penyandang disabilitas.

"Dan pembahasan ketiga berkaitan antara lain denga RUU Etika Berbangsa dan Bernegara, RUU KUHP, dan RUU Antiterorisme," ungkapnya.
Munas akan dibuka tanggal 23 November 2017 di Islamic Centre Kota Mataram oleh Presiden Joko Widodo dan digelar di beberapa lokasi yakni Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela, Ponpes Darul Qur'an, Ponpes Al Halimi, dan Ponpes Darul Hikmah yang semuanya berlokasi di Kota Mataram.

"Ini merupakan Munas ulangan tahun 1997 yang juga diadakan di Kota Mataram dengan sejarah salah satunya membahas bolehnya perempuan sebagai pemimpin negara yang saat itu PBNU diketuai oleh Gus Dur," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj.

Acara peluncuran Munas dan Konbes tadi malam juga dihadiri Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini.

Sumber : Tribunnews
 
Copyright © 2016 RMI NU Jakarta
a |